- Kedepankan Restorative Justice, Polres Ngawi Tangani Perkara Kecelakaan Tunggal Secara Humanis
- Restorative Justice Wujudkan Penyelesaian Humanis pada Perkara Kecelakaan Tunggal di Ngawi
- Kedepankan Keadilan Restoratif, Perkara Kecelakaan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Diselesaikan Secara
- Humanis dan Berkeadilan, Penyelesaian Perkara Kecelakaan di Geneng Ditempuh Melalui Restorative Just
- Restorative Justice Jadi Solusi Humanis dalam Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Padas
- Damai Melalui Restorative Justice, Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Jogorogo Kedepankan Nilai Ke
- Kecelakaan Tunggal Sepeda Motor Terjadi di Jalan Raya Ngawi–Paron
- Kecelakaan Tunggal Sepeda Motor Terjadi di Jalan Raya Ngawi–Paron
- Kecelakaan Lalu Lintas Dua Sepeda Motor Terjadi di Jalan Raya Ngawi–Kedunggalar
- SATPAS Polres Ngawi Perkuat Pelayanan Publik Melalui Program Polantas Menyapa
Ahli Kejiwaan pribadi Sebut Marshanda sungguh Keterlaluan

LEWAT sebuah video berjudul “The Truth Part #1” yang diunggah ke Youtube Kamis (7/8) malam, Marshanda muncul menjelaskan insiden penjemputan paksa yang dia alami pada 26 Juli 2014 lalu.
Saat itu, saat sedang berada di kamar apartemennya, Caca--sapaan akrabnya--mengaku didatangi oleh tak kurang dari 7 orang. Mereka terdiri dari 3 petugas dari rumah sakit jiwa, petugas kepolisian, petugas keamanan apartemen, serta pengurus apartemen.
Pada kesempatan itu, menurut Caca, perawat laki-laki dan perempuan memaksa dirinya untuk disuntuk dan dibawa ke rumah sakit untuk diopname.
Baca Lainnya :
- Mengenal Obat Aborsi Lombok 082221005617 Jual Obat Aborsi 100% Asli Ampuh0
- Mengenal Obat Aborsi Solo 082221005617 Jual Obat Aborsi 100% Asli Ampuh0
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok0
- Foto Panas Beredar Lagi, Nikita Mirzani Syok0
“Aku enggak terima dan dengan hormat meminta mereka untuk keluar dari apartemen aku. Kareka aku sudah merasa enggak nyaman,” bilang ibu satu anak itu.
Namun sang perawat tetap pada pendiriannya dan kemudian menelepon dr. Richard Budiman, dokter ahli kejiwaan yang selama ini menangani Caca. Telepon itu kemudian diberikan kepada Caca.
“dr. Richard bilang, 'Ca, beberapa hari ini kamu sudah keterlaluan lho, Ca. Sudah banyak tindakan kamu yang keluar jalur, sudah banyak diomongin di TV',” Caca menirukan apa yang dikatakan dr. Richard di seberang telepon.
“Saya enggak nangkap apa yang disebut keluar jalur secara psikis. Akhirnya saya bilang, yasudah dok, saya telepon pengacara saya dulu deh,” lanjutnya.
Usaha Caca untuk menghubungi pengacara OC Kaligis saat itu sia-sia. Teleponnya tak diangkat. Karena terus didesak, bintang sinetron “Bidadari” itu akhirnya pasrah menerima suntikan di lengan kanan dan kirinya.











